Ini 3 Tahapan Perkembangan Memori Si Kecil secara Normal

No Comments
Perkembangan dan pertumbuhan bayi dimulai sejak bayi Anda berada di dalam kandungan sejak usia kandungan 4 bulan. Setelah bayi lahir perkembangan memori si kecil akan terus berkembang dan membutuhkan asupan gizi yang cukup. Anda harus memantau perkembangan anak dengan sangat cermat agar tumbuh kembangnya dapat berjalan dengan normal.


3 Tahap Proses Pembentukan Perkembangan Memori 

1. Encoding atau registration
Sebuah proses pembentukan memori dengan tahap informasi diterima, diolah, dan digabungkan yang ditangkap oleh alat indera. Memori pada tahap ini disebut dengan bagian memori sensorik. Sebuah memori yang akanmembuat otak mengingat informasi berupa gambar dan suara.

Contohnya ketika anak Anda melihat sebuah benda dan mengingatnya untuk beberapa saat. Perkembangan ini dimulai sejak matanya bisa meresponakan benda yang Anda lihatkan. Ini terjadi pertama kali sejak anak berusia 3 bulan. Memori ini juga bekerja ketika Anda memanggil nama anak pertama kali dan anak memberikan respon. 

2. Storage 
Sebuah proses di mana memori anak akan merekam secara bertahap informasi yang diterima pada tahap pertama. Memori pada tahap ini disebut dengan bagian memorijangka pendek. Sebuah memori yang akan membuat anak mengingat sesuatu selama beberapa waktu tanpa terlatih. 

Anda bisa mempermudah kerja memori jangka pendek pada anak dengan menghafal angka atau huruf. Memori ini akan bekerja ketika anak sudah mulai bisa berbicara dengan lancar yaitu dimulai pada usia 3 tahun ke atas. Anda harus terus melatih agar perkembangan memori si kecil terus berjalan dengan optimal agar anak menjadi cerdas.

3. Retrieval
Sebuah proses recall atau recollection di mana infromasi akan kembali terbuka dan diingat ketika merespon aktivitas yang dilakukan anak. Memori pada tahap ini disebut dengan bagian memori jangka panjang. Sebuah memori yang berisi berbagai informasi untuk kebutuhan jangka panjang.

Memori ini harus dilatih dengan proses mengingat kembali informasi yang pernah didapatkan. Tahap perkembangan anak terjadi saat anak Anda mulai sekolah dari paud atau pun taman kanak-kanak. Memori ini akan bekerja ketika anak berusaha mengingat nama teman-temannya. Memori ini biasanya akan terlatih dengan mudah saat anak melakukan interaksi. 

3 Tipe Pembagian Memori pada Anak

1. Memori Generik
Memori pada bagian ini menghasilkan pola dalam bertingkah laku yang mulai terbentuk sejak berusia 2 tahun.Contoh pola tingkah laku adalah cara anak saat berjalan, makan, dan juga mulai berbicara. Anda harus melatih anak agar tingkah lakunya dapat terkendali seiring dengan perkembangan memori anak.

2. Memori Episodik
Memori pada bagian ini adalah bagian dari memori jangka panjang yang lebih spesifik. Contoh dari memori ini yaitu ketika anak mengingat waktu dan tempat.Memori ini akan bekerja ketika anak diminta untuk menjelaskan sesuatu secara detail. Memori ini biasanya terjadi ketika anak meminta sebuah mainan yang dimilikinya atau mengingat kejadian yang terjadi kemarin.

3. Memori Autobiografis
Memori padabagian ini adalah bagian memori yang akan membuat anak mengingat kejadian-kejadian khusus hingga dewasa.Biasanya memori ini hanya akan menyimpan kejadian-kejadian masa kecil yang berkesan atau sangat berbekas. 

Tahap perkembangan anak ini membutuhkan bimbingan Anda sebagai orang tua. Anda juga harus memenuhi kebutuhan gizi anak agar perkembangan otaknya dapat berjalan dengan baik. Berikan susu secara rutin setiap hari akan sangat membantu perkembangan anak. Anda juga harus memberikan dukungan secara psikologis agar mental anak juga ikut terbentuk.
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar

Posting Komentar