Kesembuhan seseorang tidak hanya dari Tuhan, melainkan dapat terjadi dan dilakukan oleh Anda sendiri. Terutama bagi anak-anak yang mengidap kelainan mental. Cobalah melakukan play therapy untuk meningkatkan kembali daya motorik dan mental anak-anak. Berikut ini cara mengaplikasikan play therapy sesuai usia mereka.

1. Bermain Puzzle


Bermain puzzle ternyata dapat membantu meningkatkan motorik anak dan mengembalikan kesehatan mental. Sebab, puzzle memiliki beragam potongan gambar dan harus disusun hingga menjadikan sebuah gambar yang utuh. Menyusun sebuah puzzle memerlukan daya pikir dan tingkat konsentrasi yang tinggi. Untuk itu play therapy sejenis ini dapat membantu Anda mengembalikan kesehatan mental anak.

2. Menggambar atau Melukis


Biarkanlah anak-anak yang mengalami mental disorder tersebut meluapkan bahkan menyalurkan kegiatannya dengan cara melukis atau menggambar. Ternyata dengan cara seperti ini juga akan mudah membuat anak-anak lebih terarah. Inilah manfaat dari play therapy dengan cara melukis atau menggambar.

3. Bermain Lego


Bukan hanya orang dewasa saja yang menyukai permainan ini, melainkan anak-anak juga. Sebab bermain lego akan mengasah kreativitas anak-anak terhadap imajinasi mereka. Terutama lego yang dapat membentuk beragam bentuk lainnya. Play therapy seperti ini dapat Anda terapkan dan tetap dalam pengawasan.

4. Terapi Baki Pasir


Dengan menggunakan media pasir yang diletakan dalam suatu wadah akan mengajarkan anak-anak untuk mematuhi aturan bermain. Seperti, tidak boleh mengeluarkan pasir dari dalam kotak keluar area baki pasir tersebut. Anda dapat menggunakan pasir buatan agar lebih sehat dan lebih aman.

5. Menggunakan Mainan


Anda juga dapat menggunakan mainan untuk membantu play therapy kepada anak. Berikanlah mainan yang mereka sukai ataupun yang belum pernah mereka temui. Terutama mainan yang mengandung edukasi.

6. Bermain dengan Teman Sebaya


Jika memungkinkan cobalah ajak bermain bersama teman-teman sebaya yang lain. Untuk mengajarkan kepada mereka mengenai sosialisasi. Ada bisa memulai nya dari komunitas anda. Contohnya diikutsertakan dalam sekolah Minggu anak di GKDI. Pelan-pelan mereka akan belajar mengenai lingkungan sekitar, dan tahu bahwa ada teman-teman lain di sekitar mereka.

Itulah beberapa play therapy yang dapat Anda gunakan. Tetaplah didampingi oleh terapis agar perkembangan anak terlihat jelas. Play therapy ini memiliki banyak manfaat bagi mereka yang mengalami mental disorder. Buatlah suasana bermain senyaman mungkin agar mereka betah bermain tanpa harus terganggu dengan hal lainnya. Sebab dengan melakukan teraphy ini anak yang mengidap mental disorder harus banyak fokus.

Read More

Perkembangan motorik anak adalah hal yang amat penting dalam tahap tumbuh kembang anak Anda. Kemampuan untuk menggunakan dan mengontrol gerakan tubuh ini dapat dilatih sedini mungkin. Berikut ini beberapa manfaat olahraga bagi perkembangan motorik Anak. 

Melatih Perkembangan Motorik Kasar Anak
Aktivitas fisik seperti olahraga akan melatih syaraf motorik anak. Terutama kemampuan motorik kasarnya. Salah satu cara melatih kemampuan mengontrol gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar ini adalah dengan olahraga. 

Olahraga di sini tak hanya bersepeda atau berenang, olahraga-olahraga ringan seperti merangkak atau berlari juga dapat membantu kemampuan motorik anak. Untuk bayi berusia di bawah 1 tahun, Anda bisa menyediakan ruang yang lapang untuknya agar bisa mengekplorasi lingkungan sekitarnya dengan merangkak. 

Bagi balita usia 1 sampai 4 tahun, Anda dapat mengajaknya berolahraga ringan untuk melatih kemampuan motorik halus dan kasarnya. Beberapa kegiatan olahraga yang bisa Anda lakukan bersama si kecil pada usia ini adalah berlari, berjalan, senam ringan atau bahkan menari. 

Saat usia si kecil menginjak 5 sampai 10 tahun, Anda bisa mengajaknya melakukan olahraga yang lebih bervariasi. Misalnya seperti berenang, bersepeda atau bermain bola. Pada usia ini disarankan untuk melakukan olahraga yang bersifat menyenangkan bagi anak. 


Seiring bertambahnya usia si kecil, Anda dapat mulai mengenalkan jenis-jenis olahraga lainnya. Olahraga juga dapat meningkatkan kepercayaan diri anak dan menguatkan otot-otot tubuhnya. 

Olahraga yang bersifat survival dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak. Gerakan anak akan lebih terkoordinasi dan akan membuat anak lebih gesit dan sigap. Tak hanya itu, meningkatnya motorik kasar anak dapat memudahkannya menyelesaikan kemampuan memecahkan masalah di kehidupan sehari-hari. 

Para orangtua saat ini umumnya merasa khawatir membiarkan anak-anak melakukan aktivitas di luar rumah. Padahal olahraga memiliki banyak sekali manfaat bagi tumbuh kembang anak. Olahraga tak hanya memberikan kebugaran bagi fisik anak, namun juga membantu mencegah anak terhindar dari diabetes. 

Melatih Kemampuan Motorik Halus Anak
Tak kalah penting dengan kemampuan motorik kasar, kemampuan motorik halus anak juga harus berkembang dengan baik. Kemampuan motorik halus adalah kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil serta koordinasi mata dengan tangan. 

Kemampuan ini berkaitan dengan tingkat konsentrasi anak dalam mengerjakan sesuatu. Melatih anak dengan olahraga, mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Aktivitas di luar ruangan seperti ini, akan membuat anak lebih peka pada situasi sekitar sehingga dapat bertindak dengan penuh pertimbangan. 

Penggunaan gadget pada usia yang sangat dini dapat mengganggu perkembangan motorik halus anak. Gangguan seperti speech delay atau kurangnya konsentrasi dalam melakukan sesuatu merupakan akibat dari penggunaan gadget yang berlebihan.

Tak hanya itu, penggunaan gadget yang berlebihan juga mengganggu perkembangan kemampuan motorik kasar anak. Ketahanan fisik anak menjadi lemah dan otot-ototnya tidak terlatih dengan baik.

Untuk menghindari gangguan tadi, Anda dapat menstimulasi kemampuan motorik halus anak dengan kegiatan seperti menggambar, mewarnai atau belajar menganyam. Dengan beberapa kegiatan tadi, konsentrasi anak akan lebih meningkat. 

Karena itu, ada baiknya bagi orangtua untuk meluangkan waktu agar bisa melakukan aktivitas luar ruangan bersama anak. Tak harus melakukan permainan olahraga yang sulit, cukup temani si kecil untuk sekadar berlari-lari di taman atau bersepeda di sekeliling rumah. 

Nah, itulah beberapa manfaat olahraga bagi perkembangan motorik anak. Doronglah anak untuk melakukan aktivitas luar ruangan seperti olahraga untuk memastikan kemampuan motorik kasar dan motorik halus si kecil dapat berkembang dengan baik. 
Read More