Mengenal Keunikan Suku-Suku Di Pedalaman Indonesia

No Comments
 Apa yang anda lakukan untuk menikmati waktu berlibur ? Menikmati suasana pantai ? Bersantai sambil menikmati sunset diatas pegunungan ? Itu sudah biasa, bagaimana jika anda mencoba untuk berwisata ke perkampungan suku-suku pedalaman di Indonesia ? Dengan melakukan traveling tidak biasa ini, bisa anda jadikan sebagai sebuah pengalaman baru.  

Dengan mempelajari keberagaman suku dan budaya nusantara, akan menjadi sebuah cerita seru dan pengalaman yang tidak akan terlupakan, yang kelak akan anda ceritakan ke anak-cucu. Umumnya, suku-suku di pedalaman ini sangat ramah dan bersahabat dengan kedatangan orang asing, asalkan para turis ini mau mematuhi aturan-aturan yang berlaku. Cobalah untuk menginap dua hingga tiga hari, sambil berbaur dengan masyarakat setempat, maka Anda akan mendapatkan banyak pelajaran berharga mengenai adat dan budaya suku-suku tersebut. 

Tertarik ? Berikut referensi 5 suku pedalaman di Indonesia yang bisa Anda jadikan pilihan traveling selanjutnya. Dan untuk bisa melakukan perjalanan menuju destinasi wisata ini, anda bisa membeli tiket pesawat Sriwijaya online yang banyak tersedia di situs booking online. 

● Suku Wae Rebo - Flores

Suku Wae Rebo - Flores

Desa Wae Rebo adalah sebuah desa adat yang berada di Kecamatan Satarmase, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Letaknya yang jauh dari wilayah perkotaan, membuat kawasan ini tidak terjangkau oleh sinyal komunikasi. Pemandangan di sekitar desa adat ini sangatlah indah, selain udaranya yang sejuk, warga suku setempat pun terkenal ramah. 

Anda juga bisa tinggal selama beberapa hari, sekaligus bisa belajar tentang adat istiadat suku Wae Rebo. Selama tinggal disini, Anda akan tidur di dalam rumah adat unik dengan bentuk kerucut. Dijamin, akan ada banyak cerita baru dan menyenangkan selama anda berwisata ke tempat ini, ingin mencoba menikmati pengalaman hidup tanpa tersentuh teknologi?  Berwisata ke Wae Rebo adalah jawabannya. 

● Suku Dayak Kanayatn - Kalimantan Barat

Suku Dayak Kanayatn - Kalimantan Barat

Suku Dayak dikenal sebagai suku yang menghuni pedalaman hutan Kalimantan, suku ini dikenal sebagai suku yang hidup secara nomaden atau berpindah-pindah. Suku Dayak sendiri terbagi menjadi beberapa golongan, diantaranya ada Suku Dayak Kenyah, Hiban, Tunjung, Bahau, Benua, Basaf, Punan, Kanayatn serta masih banyak suku lainnya. Ingin mencoba sensasi hidup layaknya suku Dayak? Salah satu suku yang bisa Anda kunjungi untuk berbaur, adalah Suku Dayak Kanayatn, suku ini tinggal di dalam rumah adat Betang, Kalimantan Barat. 

Rumah adat Betang sendiri merupakan rumah adat terbesar dengan panjang 180 meter, bahkan rumah adat unik ini bisa dihuni oleh lebih dari 183 jiwa dari 45 keluarga loh! Ada banyak hal yang bisa anda pelajari bersama suku ini, diantaranya Anda bisa belajar budaya mereka, salah satunya mengenal tradisi penggal kepala yang pernah mereka jalani dulu. Jika ingin melihat kehidupan Suku Dayak yang lebih modern, Anda bisa datang ke Taman Budaya Pampang di daerah Samarinda, disana anda bisa melihat penampilan seni dan budaya suku ini seperti tarian-tarian adat. 

Desa Pampang merupakan tempat tinggal bagi para suku Dayak Kenyah yang diperkirakan sudah bermigrasi di Kalimantan sejak tahun 1967. Satu hal yang harus Anda perhatikan saat berkunjung ke tempat ini adalah, anda tidak boleh asal memotret suku asli Dayak Kanayatn, jika dilanggar, Anda akan dikenakan tarif yang mahal. Jika memang ingin memotret, pastikan anda meminta izin terlebih dahulu. 

● Suku Bajo - Buton

Suku Bajo - Buton

Pernah mendengar istilah Gipsy atau manusia laut? Jika belum, dan tertarik untuk melihat langsung, cobalah berkunjung ke Pulau Buton.  Di tempat ini, Anda bisa bertemu dengan warga suku Bajo yang tinggal di lautan, suku ini memiliki perkampungan yang khas, di mana mereka tinggal di atas rumah apung, alias rumah yang dibangun diatas laut dan melakukan segala aktifitasnya di atas laut. Ingin mencoba menikmati suasana tinggal diatas laut? Anda dapat berbaur dengan suku ini dan bermalam di perkampungan mereka, anda bisa menginap di perkampungan suku Bajo Desa Kondowa di Kecamatan Wabula. 

Disini Anda bisa belajar banyak dari suku Bajo, mulai dari cara berlayar, hingga menangkap ikan. Meskipun dikenal sebagai suku yang primitif karena menghabiskan seluruh hidupnya d atas laut, nyatanya perkampungan Bajo di Buton ini memiliki sekolahan dan juga tempat ibadah, perkampungan ini juga terkenal sangat bersih dan terawat. Bisa dipastikan, saat berkunjung ke tempat ini hampir tidak ditemukan bau amis, seperti yang jamak ditemukan di perkampungan nelayan. 

● Suku Korowai - Papua

Suku Korowai - Papua

Ingin mencoba untuk tinggal diatas rumah pohon sambil menikmati keindahan alam Papua? Anda bisa berkunjung ke tempat tinggal para Suku Korowai di kawasan Kaibar, Kabupaten Mappi di pedalaman Papua. Ketika memasuki daerah pemukiman suku ini, Anda akan terpana saat melihat rumah-rumah mereka yang berada di atas permukaan tanah. 

Ya, suku Korowai membangun rumah mereka di atas pohon, bahkan rumah-rumah tersebut dibangun di atas ketinggian 15 hingga 50 meter! Suku Korowai dikenal sebagai suku yang sangat mencintai alam, manfaatkan hal ini untuk belajar lebih banyak tentang alam dari mereka. Uniknya, mereka tidak akan pernah meninggalkan rumah kecuali untuk mencari makan, suku ini juga memiliki tradisi untuk tidak memotong pohon secara sembarangan, mereka hanya akan memotong pohon jika sangat dibutuhkan dan memotong seperlunya saja. Maka bukan hal yang aneh, jika anda melihat hutan di kawasan permukiman suku Korowai ini masih sangat lebat, meskipun mereka telah tinggal selama ratusan tahun. 

● Suku Baduy - Jawa Barat

Suku Baduy - Jawa Barat

Suku Baduy merupakan suku asli Banten, Jawa Barat. Suku ini terbagi menjadi dua kelompok, yaitu Baduy Luar yang lebih terbuka dengan kehidupan modern, dan Baduy Dalam yang tidak terjamah oleh modernisasi. Jika ingin berwisata ke sini, Anda bisa tinggal bersama dengan suku Baduy Luar di Desa Kenekes. Ingin bertemu dan membaur dengan Suku Baduy Dalam? Anda bisa berkunjung dengan perjalanan susur hutan sekitar 3-4 jam menuju kaki pegunungan Kendeng, namun kesempatan ini hanya bisa diperoleh bagi para wisatawan domestik saja, sementara wisatawan asing dilarang untuk masuk kawasan Baduy Dalam. Yang perlu diingat selama anda tinggal di kampung Baduy Dalam, anda dilarang untuk memotret, merokok, menggunakan odol dan sabun, dan harus mematuhi berbagai aturan-aturan lainnya. Anda bisa menggunakan jasa pemandu lokal yang bisa membantu memberikan penjelasan mengenai tata adat yang berlaku di kampung adat ini. 

Untuk kelancaran perjalanan dan bertemu dengan suku pedalaman, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum berwisata, salah satunya, pastikan Anda menyewa pemandu lokal, yang sudah tahu medan perjalanan juga tata adat kehidupan di suku pedalaman. Saat berkunjung ke tempat-tempat ini, selalu jaga sopan santun, dan jangan asal memotret ya,  karena beberapa dari suku tersebut akan meminta bayaran yang mahal. 

Tertarik mengunjungi perkampungan asli suku-suku pedalaman di Indonesia?  Anda bisa mencari tiket pesawat Sriwijaya online yang menyediakan rute penerbangan langsung menuju provinsi-provinsi di seluruh Indonesia. Anda bisa memulai perjalanan dengan terlebih dahulu mencari tiket promo pesawat murah yang bisa dibeli melalui situs-situs booking online. 

Ayo, atur jadwal liburan anda, dan rencanakan keberangkatan dengan membeli tiket pesawat Sriwijaya online Untuk memudahkan pencarian, anda bisa mencari tiket promo  pesawat murah melalui Reservasi.com
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar

Posting Komentar