Mengetahui Bahaya dalam Kehamilan

No Comments

Ada Berbagai macam tanda bahaya yang perlu segera cepat dirujuk untuk mendapatkan pertolongan segera :

Keluar darah dari jalan lahir
Pada perdarahan vagina dalam kehamilan adalah jarang yang normal. Karna pada masa awal sekali kehamilan ibu mungkin akan mengalami perdarahan yang sedikit atau spotting disekitar waktu pertama haidnya. Maka perdarahan ini adalah perdarahan implantasi dan ini normal terjadi. Waktu yang lain dalam kehamilan perdarahan ringan mungkin pertanda dari servik yang rapuh atau erosi. Semacam ini mungkin normal atau mungkin suatu tanda adanya infeksi. Pada awal kehamilan perdarahan tidak normal adalah merah, perdarahan banyak, atau perdarahan dengan rasa nyeri. Perdarahan ini dapat menjadi abortus, dengan kehamilan mola atau kehamilan ektopik. Pada kehamilan lanjut ini perdarahan yang tidak normal adalah merah, banyak, dan kadang -kadang tetapi tidak selalu, dan disertai dengan rasa nyeri. Perdarahan ini bisa karna plasenta previa atau abrupsio plasenta.
 
Keluar air ketuban sebelum waktunya
Dinamakannya ketuban pecah dini apabila terjadi sebelum persalinan berlangsung yang disebabkan karena berkurangnya kekuatan membran atau meningkat tekanan intra uteri atau karna kedua faktor tersebut, juga adanya infeksi yang dapat berasal dari vagina dan servik serta penilaiannya ditentukan dengan adanya cairan ketuban di daerah vagina. Cairan ketuban dapat dilakukan dengan tes lakmus yaitu nitrazin test merah menjadi biru.
Kejang
 
Umumnya kejang yang didahului oleh makin memburuknya keadaan dan terjadinya gejala sakit kepala, mual, nyeri ulu hati hingga muntah. Apabila semakin berat, penglihatan semakin kabur, kesadaran menurun kemudian menimbulkan kejang. Kejang dalam kehamilan dapat merupakan gejala dari eklampsia.
 
Gerakan janin tidak ada atau kurang (minimal 3 kali dalam 1 jam)
Ibu mulai merasakan gerakan bayi selama bulan ke-5 atau ke-6. Ibu dapat merasakan gerakan bayinya lebih awal. Bayi tidur gerakannya akan melemah. Saat itu bayi harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam waktu 1 jam apabila ibu berbaring ataupun  beristirahat dan ibu makan serta minum dengan baik.
 
Demam Tinggi
Ibu menderita demam dengan suhu tubuh >38ÂșC pada kehamilan merupakan suatu masalah. Demam tinggi dapat merupakan adanya gejala infeksi dalam kehamilan. Penanganan demam adalah dengan istirahat baring, minum banyak dan mengompres untuk menurunkan suhu demam. Demam disebabkan oleh infeksi dalam kehamilan yaitu masuknya mikroorganisme pathogen ke tubuh wanita hamil yang kemudian menyebabkan timbul tanda atau gejala penyakit. Infeksi berat dapat terjadi demam dan gangguan fungsi organ vital. Infeksi dapat terjadi selama kehamilan, persalinan  serta masa nifas
 
Nyeri perut yang hebatNyeri abdomen yang tidak ada berhubungan dengan persalinan normal ialah tidak normal. Nyeri abdomen ini yang mungkin menunjukkan masalah yang mengancam keselamatan jiwa adalah yang hebat, menetap, dan tidak hilang setelah istirahat. Ini bisa karna penyakit appendiksitis, kehamilan ektopik, penyakit radang pelviks, aborsi, persalinan pre-term, gastritis, penyakit kantong empedu, iritasi uterus, abrupsi placenta, infeksi saluran kemih atau infeksi lainnya.
 
Sakit kepala yang hebat
Sakit kepala ini bisa terjadi selama kehamilan, dan seringkali merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala yang menunjukkan suatu masalah yang sangat serius adalah sakit kepala hebat yang menetap dan tidak hilang dengan cara beristirahat saja. Kadang sakit kepala yang hebat tersebut, ibu menemukan bahwa penglihatannya menjadi kabur bahkan hingga berbayang. Sakit kepala yang hebat dalam kehamilan ini adalah gejala dari pre-eklampsia
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar

Posting Komentar